Drama Penculikan Babysitter di Palembang Terungkap, Modus Peras Majikan
Masyarakat Kota Palembang, dihebohkan dengan beredarnya video yang memperlihatkan dugaan penculikan yang dialami R (25 tahun), seorang wanita yang bekerja sebagai baby sitter. Selain itu, pelaku dugaan penculikan itu pun meminta uang tebusan sebesar Rp 50 juta.

Video berdurasi sekitar 16 detik yang diunggah oleh akun Instagram @palembang_bedesau itu memperlihatkan korban tengah diancam dengan sebilah senjata tajam di lehernya. Kemudian, terdapat juga foto yang menunjukkan korban tengah dianiaya.
Selain itu, juga terdapat unggahan potongan gambar percakapan pesan melalui WhatsApp, di mana diduga aksi penculikan oleh orang tidak dikenal itu terjadi setelah korban membuat laporan terkait dugaan penipuan pembelian handphone yang dialami majikannya di Mapolsek Ilir Timur (IT) I, Palembang.
Kepala Unit Reskrim Polsek IT I, Palembang, Iptu Alkap, membenarkan jika R yang diduga menjadi korban penculikan itu sempat akan membuat laporan terkait dugaan penipuan belanja online. Tapi saat itu, laporannya belum bisa diterima karena kurang persyaratan.
"Iya, sempat akan melapor, tapi belum bisa diterima karena yang bersangkutan belum bisa menunjukkan bukti pembayaran pembelian yang dimaksud," katanya, Rabu (15/4).
Sementara itu, Kasubdit III Ditreskrimum Polda Sumsel, Kompol Suryadi, membenarkan adanya laporan terkait dugaan tindak penculikan yang dialami oleh R (25 tahun). Menurutnya, korban merupakan seorang baby sitter dan bekerja di rumah MH (32 tahun).
"Sudah kita terima, yang melaporkan dugaan penculikan ini adalah majikan korban sendiri," katanya.
Berdasarkan keterangan pelapor, kata Suryadi, korban sebelumnya sempat mengirimkan pesan singkat dari WhatsApp kepada pelapor, isinya meminta rekening koran sebagai syarat membuat laporan polisi terkait dugaan penipuan belanja online yang dialami pelapor.
"Tak lama setelah itu, pelapor yang merupakan majikan korban ini kembali menerima pesan dari nomor korban. Tapi isinya foto dan video yang menujukkan korban diculik dan dianiaya," katanya.
Selain itu, ada juga pesan yang meminta pelapor agar membayar uang tebusan sejumlah Rp 50 juta jika ingin korban dibebaskan. Tak hanya itu, dari hasil pemeriksaan sementara, pelaku juga meminta uang tebusan kepada perusahaan penyalur tenaga kerja yang bersangkutan serta ke kekasih korban.
"Kasus ini masih dalam pemeriksaan lebih lanjut. Kita sudah membentuk dua tim agar dapat segera mengungkap kasus dugaan penculikan ini," katanya.
Penculikan Babysitter Terungkap, Rekayasa Peras Majikan dan Penyalur
Drama penculikan babysitter yang viral di media sosial (medsos) terungkap. Ternyata korban yang ada di dalam video merekayasa penculikannya sendiri. Romiati Wulan Sari (25) pun diringkus jajaran Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sumatera Selatan (Sumsel).
"Kita berhasil mengungkap kasus rekayasa penculikan yang dilakukan oleh tiga orang tersangka. Semuanya perempuan dan mereka adalah saudara sepupu," ujar Direskrimum Polda Sumsel, Kombes Pol Hisar Sialagan lewaat pers rilis di Polda Sumsel, Kamis (16/4).
1. Sengaja peras majikan dan biro penyalur pembantu untuk dapatkan uang
Ketiga tersangka Romiati, Dedek Nurhayati (18), dan N (15) bersekongkol untuk memeras majikannya dan biro penyaluran pembantu untuk mencari keuntungan. Menurut Hisar, Romiati menjadi otak dalam kasus ini.
Dirinya sengaja melakukan pemerasan, karena menganggap akan lebih mudah mendapatkan uang dengan melakukan drama itu. Apalagi pelaku sempat mendapat uang dari majikannya di awal sebesar Rp700 ribu.
"Dari motifnya setelah kita tangkap mengaku masalah ekonomi. Kasus ini masih kita kembangkan," jelas dia.
2. Polisi menduga tersangka benar-benar diculik
Romiati memang sengaja pamit dari rumah majikannya. Dirinya beralasan akan membuat laporan di Polsek IT 1 karena tertipu membeli handphone. Hanya saja hingga sore hari dirinya tidak kunjung pulang, hingga akhirnya video penyiksaan rekayasa tersebar di media sosial.
"Dia mulai pagi izin keluar sama majikannya mengurus laporan polisi. Pada pukul 15.00 WIB, ada pesan masuk berisi ancaman bawah korban (tersangka) diculik. Asumsi kita awalnya korban terancam. Tapi setelah kita ungkap hasilnya berbeda," ujar Hisar.
3. Ketigas tersangka punya peran berbeda-beda
Mereka melakukan aksinya di rumah tersangka Dedek, di kawasan Talang Jambe Palembang. Menurut Hisar, polisi awalnya melakukan penyelidikan dengan mempelajari video yang direkam. Mulai dari cara mereka melakukan akting seolah-olah diculik.
"Mereka memiliki peran masing-masing. Romiati berperan sebagai yang diculik, Dedek sebagai orang yang mengancam dan menodongkan pisau serta menjerat korban. Dan N sebagai pelaku yang merekam," ujar dia.
Saat ini ketiganya masih diproses hukum karena terbukti melakukan pemerasan.
4. Satu pelaku di bawah umur akan dileaps
Ketiganya berhasil diringkus dan barang bukti berhasil diamankan seperti pisau, tali untuk menjerat, handphone, jaket yang digunakan di dalam video. Dua orang pelaku akan kita jerat dengan pasal pemerasan.








Tidak ada komentar