Mahasiswi UNPRI Dibunuh, Mayatnya Dibuang Ditemukan di Pancur Batu

Berita Viral Terkini - Medan, Jasad seorang wanita berstatus mahasiswa salah satu perguruan tinggi di Medan, ditemukan di pinggir jurang Sungai Bekala, Dusun I, Desa Durin Tonggal, Kecamatan Pancurbatu, Kabupaten Deliserdang, Minggu pagi (12/4), sekira jam 10.00 WIB.
Namanya, Juliana Liem, usianya 26 tahun, warga Pantai Cermin, Serdangbedagai (Sergai) yang kos di Simpang Selayang. Dugaan kuat, merupakan korban pembunuhan. Karena saat pertama kali ditemukan, di wajah dan kedua kaki korban terdapat luka memar, dari hidungnya ke luar darah.
Jasad korban pertama kali ditemukan Siti Sarah Beru Perangin-angin (45), warga sekitar bersama anaknya. Pagi itu, Siti Sarah dan anaknya hendak mencuci di sungai. Keduanya pun tersentak begitu melihat ada sesosok mayat wanita dalam posisi telentang di anak tangga menuju sungai.

Seketika itu juga, Siti Sarah dan anaknya memberitahukan temuan mayat tersebut kepada warga lainnya, dan diteruskan ke Polsek Pancurbatu. Tak lama, petugas Reskrim Polsek Pancurbatu turun ke lokasi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Menyusul kemudian, Tim Inafis Polrestabes Medan turun ke lapangan untuk melakukan olah TKP. Korban diketahui bernama Juliana Liem Br Tumanggor.
Dari sekitar TKP, petugas menemukan sepasang sandal karet diduga milik korban, sebungkus rokok Sampoerna kosong. Selanjutnya, mayat wanita keturunan Tionghoa tersebut dievakuasi ke ruang jenazah Rumah Sakit (RS) Bayangkara Medan, Jalan KH Wahid Hasyim, Medan.
Kanit Reskrim Polsek Pancurbatu, Iptu Suhaily Hasibuan ketika dikonfirmasi, mengatakan kematian korban murni akibat pembunuhan. “Korban tewas akibat pembunuhan. Namun, kita belum mengetahui secara pasti apa motif pembunuhan tersebut, dan kita menduga kalau korban yang merupakan karyawati di PT Gober ini dibunuh di tempat lain, lalu mayatnya dibuang di pinggir sungai tak jauh dari lokasi kuburan Khatolik Desa Durin Tonggal, Kecamatan Pancurbatu,” ujar Suhaily.
Taruhan Online Dapat THR Online www.aktifqq.vip
Sementara itu, adik kandung korban, Kiki Febrian alias Acai (21), ketika diwawancarai wartawan, mengatakan, Sabtu malam (11/4) jam 19.48 WIB, dia masih sempat dihubungi korban. Saat itu, korban minta dijemput di Simpang Selayang, karena korban yang merupakan anak pertama dari tiga bersaudara itu pergi tidak mengendarai kereta tapi naik angkutan umum.
“Sekira jam 19.48 WIB, saya memang sempat ditelpon kakak minta dijemput di Simpang Selayang. Sampai di Simpang Selayang, saya kembali menghubungi hape kakak, tapi tak ada jawaban. Sudah satu jam saya tunggu, kakak tak datang juga, saya jadi cemas,” sebut Acai yang mengaku sempat menjalani isolasi mandiri untuk mengantisipasi pandemi Covid-19 setibanya dari Jakarta ini.
Karena takut terjadi hal-hal tak diinginkan, ungkap Acai, dia membuat laporan kehilangan ke Polsek Pancurbatu. Dan tak lama, setelah mendapat laporan temuan mayat wanita di Desa Durin Tonggal, Acai bersama teman-teman korban bergegas menuju ke TKP.
“Setelah kami cek ke lokasi temuan, ternyata mayat itu kakak saya. Saya tak menyangka almarhum pergi begitu cepat, apalagi kematiannya akibat dibunuh,” ucapnya sambil berlinang air mata.






Tidak ada komentar